6 Tips Berwisata Yang Membawa Good Impact untuk Lingkungan dan Masyarakat Lokal

berwisata-good-impact

Sektor pariwisata pada masa pandemi Covid-19 sedang mengalami krisis yang sangat serius.  Adanya kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat mengakibatkan menurunnya kunjungan wisatawan.

Meskipun dampak negatif begitu dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat terutama yang bekerja di sektor pariwisata, adanya pandemi Covid-19 ini baiknya tidak dipandang sebagai musibah belaka. Adanya pandemi Covid-19 ini juga memberikan dampak positif lho! 

Ketika beberapa dekade ini sektor pariwisata dikomodifikasi secara ekstrem, sejatinya momen pandemi ini merupakan titik balik yang tepat untuk membenahi berbagai permasalahan guna meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. Adanya mass tourism berdampak sangat signifikan terhadap menurunnya kelestarian lingkungan seperti : lingkungan menjadi tercemar, berkurangnya sumber daya alam, adanya alih fungsi lahan produktif, degradasi budaya lokal, dan lain sebagainya.

mass-tourism
Pengembangan pariwisata massal yang berlebihan akan merusak lingkungan.

 

Kemenparekraf (2020) melalui Plt. Deputi Bidang Sumber daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Bapak Frans Teguh mengungkapkan bahwa produk pariwisata berbasis sustainable dan responsible tourism dengan partisipasi aktif dari wisatawan akan menjadi penyelamat untuk keberlangsungan pariwisata. 

Oleh karena itu, menjaga keberlangsungan pariwisata Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pengelola destinasi saja lho Sobat! 

Nah, Sobat Travelearn kalau melakukan perjalanan wisata sebaiknya juga memikirkan bagaimana cara  agar kita juga membawa good impact untuk lingkungan dan masyarakat lokal. Salah satu caranya adalah dengan menjadi Eco – traveler.  

Eco-travel adalah kegiatan wisata yang lebih bertanggung jawab. Jadi, Sobat Travelearn tak hanya fokus menikmati destinasi wisatanya saja, tetapi turut menjaga kelestarian alam dan juga memberikan dampak positif pada warga lokal. 

6 tips berwisata yang membawa good impact untuk lingkungan dan masyarakat lokal berikut bisa jadi acuan buat Sobat Travelearn saat traveling. Penasaran? Yuk simak tipsnya! 

Hindari Menggunakan Barang Plastik Sekali Pakai

Tak bisa dipungkuri, masalah sampah plastik masih menjadi masalah yang serius. Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun sedangkan 3,2 juta ton diantaranya adalah sampah plastik yang dibuang ke laut.

sampah-plastik
Sampah plastik menyebabkan pencemaran lingkungan.
Sumber : Canva

Bisa dibayanginkan sebanyak apa sampah yang tertimbun dan sangat berpotensi mencemarkan lingkungan?

Nah, untuk membawa good impact saat traveling, Sobat Travelearn bisa menghindari penggunaan barang plastik sekali pakai. Contoh barang plastik sekali pakai ini seperti : kantong plastik, botol plastik, dan sedotan plastik.

eco-friendly-staff
Beberapa barang-barang ramah lingkungan yang bisa dibawa ketika melakukan perjalanan wisata.
Sumber : rukita.co

Gunakanlah produk-barang yang ramah lingkungan dan bisa digunakan berkali-kali seperti tas kain, tumbler, dan sedotan stainless steel. 

Maksimalkan Fitur E-Ticket Untuk Menghemat Kertas 

berwisata-good-impact-e-ticket
Scan barcode boarding pass melalui smartphone merupakan contoh cara mengurangi penggunaan kertas.
Sumber foto : canva

Penggunaan kertas secara terus-menerus berpotensi meningkatkan penebangan kayu di hutan untuk bahan membuat kertas. Oleh karenanya, yuk manfaatkan teknologi canggih yang kita punya dalam memaksimalkan fitur E-ticket untuk menghemat penggunaan kertas. 

Apalagi sekarang semuanya sudah serba online. Check in di airport tinggal scan barcode, bayar bill tinggal pakai e-wallet. Jadi, stop print boarding pass kamu sebelum check in di airport ya, karena itu just waste your energy. 

Pilah dan Buang Sampah Pada Tempatnya

berwisata-membawa-good-impact
memilah dan membuang sampah pada tempatnya merupakan cara sederhana yang bermakna dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kesadaran wisatawan  dalam memilah dan membuang sampah pada tempatnya masih tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dari berbagai survei yang menyatakan bahwa banyak yang enggan memilah sampah karena merepotkan. Sedangkan banyak yang buang sampah sembarangan karena menganggap ada petugas kebersihan yang membantu membersihkan. 

Padahal menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau pengelola wisata saja, melainkan tanggung jawab semua pihak termasuk wisatawan. 

Nah, jika Sobat Travelearn lagi jalan-jalan ke suatu destinasi, jangan lupa buang sampah pada tempatnya ya! Apalagi kalau perlu, bisa buang sampah sesuai dengan kategorinya. Hal tersebut akan sangat membantu pengelola untuk mengolah sampah tersebut.

Jika misalnya di destinasi tersebut minim tempat sampah, kamu juga bisa bawa kantong sampah dan simpan sampahmu sementara disitu sampai kamu menemukan tempat sampah terdekat. 

Gunakan Transportasi Umum atau Jalan Kaki

berwisata-yang-membawa-good-impact

Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar. Apalagi kalau semua wisatawan membawa kendaraan sendiri. Bisa dibayangkan berapa jumlah emisi karbon yang dihasilkan? 

Dalam hal ini Sobat Travelearn bisa berkontribusi memangkas penggunaan emisi karbon dengan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi.

Beralihlah ke transportasi umum yang lebih ekonomis. Jika destinasi wisata yang kamu kunjungi berdekatan, bisa juga ditempuh dengan jalan kaki. Selain bisa mengurangi polusi, tubuhmu akan jauh lebih sehat. 

Tapi saat berada di dalam transportasi umum, tetap harus jaga protokol kesehatan ya! 

Menginap di Akomodasi Yang Ramah Lingkungan

glamping-berwisata-membawa-good-impact

Selain memilih transportasi yang ramah lingkungan, kamu juga bisa memilih menginap di akomodasi yang ramah lingkungan, alih-alih menginap di hotel mewah namun melupakan aspek green accommodation. 

Green accomodation adalah akomodasi wisata yang mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam proses perencanaan, pembangunan, dan pemeliharaannya. 

Tujuannya agar memiliki dampak yang minimum terhadap lingkungan alam, menghargai nilai sosial dan budaya setempat, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya

Adapun akomodasi ramah lingkungan yang bisa kamu pilih adalah : menginap di homestay dan glamping

Hormati Kearifan Lokal dan Bantu Ekonomi Masyarakat Lokal 

melukis-membawa-good-impact
Melukis di Desa Wisata Sayan merupakan salah satu aktivitas wisata edukasi yang membantu perekonomian masyarakat lokal.

Ketika Sobat Travelearn berwisata ke suatu daerah, jangan lupa hormati budaya dan kearifan lokalnya ya. Misalnya ketika berkunjung ke desa wisata, Sobat Travelearn bisa ikut berpartisipasi aktif  melakukan aktivitas wisata budaya dan edukasi seperti ikut belajar menari, belajar melukis, belajar menenun, dan lain sebagainya. 

Bantu juga perekonomian masyarakat lokal dengan membeli produk asli yang mereka tawarkan. Jika memungkinkan, Sobat Travelearn juga bisa ikut serta menjadi volunteer dengan melakukan pengabdian masyarakat di destinasi tempat sobat berwisata.

Itulah 6 Tips Berwisata Yang Membawa Good Impact untuk Lingkungan dan Masyarakat Lokal yang Sobat Travelearn bisa ikuti. Berwisata memang menjadi kegiatan yang menyenangkan, apalagi selepas jenuh belajar dan bekerja di rumah aja.

Namun, akan lebih baik jika kegiatan berwisata yang kita lakukan bisa memberikan kontribusi positif dalam membenahi tatanan pariwisata Indonesia agar lebih berkelanjutan. 

Yuk, rencanakan liburanmu bersama Travelearn Indonesia, karena Travelearn Indonesia tidak hanya menawarkan paket wisata yang menyenangkan namun juga paket wisata yang memberikan pengalaman berharga, termasuk bagaimana menjadi eco-traveler yang baik. Klik disini untuk melihat penawarannya. 

Sampai jumpa di Travelearn Blog berikutnya!

8 Comments

  1. Woow, lets go berwisata sambil melestarikan lingkungan sekitar

  2. Semoga tips2 ini dapat dilaksanakan oleh wisatawan lokal ataupun asing yaa.. yuk berwisata dengan membawa impact baik untuk lingkungan

  3. Berwisata yang bertanggung jawab ya kak, beberapa dari yg disebutkan sudah ku lakukan. Tapi untuk menginap di tempat yang ramah lingkungan baru kepikiran nih

  4. Semoga orang2 bisa lebih sadar kedepannya dan menanamkan rasa untuk take care to others more and to enviroment also.

  5. Yang paling sulit dari semuanya menurutku mengurangi penggunaan sampah plastik ya. Butuh kesadaran dari para traveler melakukan ini karena banyak yg justru mengurangi bawaan sendiri dan mengandalkan produk berkemasan plastik dari luar yg sifatnya sekali pakai.

  6. Kadang saya sudah membawa botol minum sendiri ketika berwisata, tapi karena tempat isi ulangnya kadang tidak tersedia, sesekali jadi masih suka mampir beli minuman kemasan. Jadi memang perlu sinergi berbagai pihak ya, nggak hanya dari traveler saja.

  7. tips yang sangat bagus. semoga orang-orang diluar sana banyak membaca blog ini agar bagi yang ingin berwisata juga memberikan impact bagi lingkungan

  8. tips yang sangat bagus. semoga orang-orang diluar sana banyak membaca blog ini agar bagi yang ingin berwisata juga memberikan impact bagi lingkungan. Sukses selalu

Leave a Reply

Your email address will not be published.