Temukan Sensasi Segar dan Damai dengan Wisata Spiritual ke Pura Mengening

wisata-spiritual-ke-pura-mengening

Tampak Siring merupakan kawasan wisata yang kaya akan destinasi wisata spiritual. Selain Pura Tirta Empul yang sudah tersohor sebagai tempat penyucian diri (melukat) dan Candi Gunung Kawi yang bersejarah, ada satu destinasi wisata spiritual lagi yang memiliki daya tarik serupa, yaitu Pura Mengening.

Mengening berasal dari kata ening yang berarti sangat jernih. Sesuai dengan namanya, Pura ini memiliki 10 mata air suci (klebutan) yang jernih dan segar. Melalui 10 mata air suci yang mengalir di kawasan ini, menjadikan Pura Mengening memiliki sumber mata air yang dipercaya sebagai tempat pembersihan diri secara spiritual dan bahkan penyembuhan berbagai macam penyakit. Orang Bali sering menyebutnya dengan istilah melukat.

Oleh karena itu, mengawali tahun 2022 ada baiknya kita manfaatkan momen ini untuk merefleksikan diri dan membangkitkan lagi semangat baru untuk menyosong tahun baru yang penuh harapan. Harapan terbebas dari pandemi Covid-19, Hehehe.

Nah, Sobat Travelearn, kali ini mintravel akan mengulas secara lengkap tentang wisata spiritual ke Pura Mengening. Simak terus sampai akhir ya!

Sejarah Pura Mengening

Dilansir dari diparda.gianyarkab.go.id, Pura Mangening terletak di Banjar Sarasada, Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pura Mengening merupakan peninggalan pemerintahan Raja Marakata pada tahun 1022 Masehi.

Awalnya, Pura Mangening ditemukan oleh WF Sutterheim, seorang ilmuan dan ahli Purbakala asal Belanda pada tahun 1925 – 1927. Meski demikian, belum banyak informasi yang bisa digali. Barulah pada tahun 1960, Bernet Kempers yang juga ahli Purbakala dari Belanda menyatakan bahwa ada sebuah kuil dengan sisa-sisa bangunan diatas bukit kecil di Desa Tampaksiring.

wisata-spiritual-ke-pura-mengening
Tempat melukat di kawasan Pura Mengening.

Disekitar bukit, terdapat lembah sungai Pakerisan yang memiliki sumber daya air yang melimpah. Mata air yang berada di bawah Pura diyakini sebagai anugerah Tirta Amertha yang kemudian difungsikan sebagai tempat penyucian diri. Bersama dengan Gunung Kawi dan Tirta Empul, Pura Mengening dijadikan sebagai Cagar Budaya oleh UNESCO.

cagar-budaya-unesco-pura-mengening
Pura Mengening sebagai Warisan Cagar budaya UNESCO.

 

Akses Jalan Menuju Tempat Melukat

Tidak sulit untuk menemukan Pura Mengening ini. Berjarak sekitar 38 km dari Kota Denpasar, Pura Mengening berada tepat sebelum Pura Tirta Empul. Kurang lebih berjarak sekitar 650 meter. Jika datang dari arah Selatan, Pura ini berada di sebelah kanan jalan. Ada signage yang sangat memadai. Jadi Sobat Travelearn jangan takut tersesat ya!

Setelah memarkirkan kendaraan di areal parkir yang cukup luas, Sobat Travelearn bisa langsung menuju tempat pengelukatan (pemandian suci).

wisata-spiritual-ke-pura-mengening
Menuruni puluhan anak tangga menuju tempat melukat di Pura Mengening.

Menuruni beberapa puluh anak tangga, Sobat Travelearn akan disuguhi pemandangan yang sejuk dan asri serta diiringi dengan riak air yang menenangkan. Pada perjalanan turun ke bawah, Sobat Travelearn akan menjumpai kolam ikan dan beberapa pancoran yang digunakan sebagai tirta suci pada berbagai upacara Yadnya di Bali.

 Tata Cara Melukat

Pemandian suci yang boleh digunakan untuk melukat berada paling ujung. Di areal tersebut sudah tersedia beberapa loker dan tempat mengganti pakaian.

Adapun tata acara melukat di area pengelukatan Tirta Mengening adalah sebagai berikut :

  • Menghaturkan Pejati (sesajen) di tempat suci
mengaturkan-pejati-wisata-spiritual-ke-mengening
Tempat mengaturkan sesajen untuk meminta izin akan melukat.

 

Langkah pertama yang dilakukan adalah menghaturkan pejati di tempat suci yang telah disediakan. Hal ini bertujuan untuk memohon izin akan melakukan penglukatan di area suci ini sekaligus memohon agar segala mala (hal-hal negatif) yang melekat pada diri kita bisa luruh bersamaan dengan air yang mengalir.

  • Melukat pada pancoran yang berada di sebelah kanan tempat suci
melukat-di-pura-mengening
Tempat melukat di sebelah kanan pelinggih

Setelah menghaturkan pejati dan sembahyang, selanjutnya dilakukan proses melukat, dimulai dari pancoran yang berada di sebelah kanan tempat suci.

  • Melukat pada pancoran yang berada di sebelah kiri tempat suci
wisata-spiritual-ke-pura-mengening
Tempat melukat di sebelah kiri pelinggih.

Proses melukat dilanjutkan dengan melukat di sumber mata air suci yang terletak di sebelah kiri. Dimulai dari air terjun, sampai dengan pancoran terakhir.

  • Sembahyang kembali memohon anugerah

Setelah melukat, kita dianjurkan untuk mengganti pakaian dengan pakaian sembahyang, kemudian sembahyang lagi dengan mengucapkan terima kasih dan rasa syukur karena prosesi melukat sudah berjalan dengan lancar. Selain itu, pada tahap ini pula kita bisa berdoa dan memohon keselamatan dan kesehatan.

Sensasi Setelah Melukat

Hawa sejuk dan hening di kawasan Pura Mengening ini memberikan daya tarik sendiri oleh masyarakat maupun wisatawan yang melukat di tempat ini. Setelah melukat, rasa tenang dan nyaman tentunya akan dirasakan. Oleh karenanya, tempat ini sangat layak untuk healing dan melepas penat melalui pendekatan spiritual.

kesan-setelah-melukat-wisata-spiritual

Demikian ulasan singkat tentang wisata spiritual ke Pura Mengening. Akhir kata, semoga artikel ini memberikan referensi untuk kamu yang akan melakukan spiritual journey.

Bagi Sobat Travelearn yang ingin melukat kesana, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di areal Pura Mengening ya! Jadilah wisatawan yang memiliki Good Impact untuk lingkungan dan sosial budaya.

Sampai jumpa di Travelearn’s Blog berikutnya!

19 Comments

  1. Seneng banget dengan yang namanya melukat. Belum pernah nyoba melukat ke Pura Mengening, kayaknya vibe positifnya dapet banget disana deh.. next mau nyoba deh melukat kesana terimakasih infonya kak..

    1. Tempatnya asri ya kak, ada aturan khusus ketika berwisata ke Pura Mengening ini kak?

  2. Tempatnya bagus banget kak, keliatan sejuk dan seger karena banyak tumbuhan hijau dan airnya sangat jernih.

  3. tiap lihat destinasi spiritual ke pura kayak ini di Bali selalu bikin aku yakin kalau Bali masih menyimpan hagemoni yang asri sekali. Kalau ke Bali dan berjodoh, aku mungkin akan datang ke pura ini karena suasananya asri.

  4. Wisata spiritual seperti pura mengening ini memang kadang memberi sensasi kedamaian. Termasuk situasi dan kondisi juga bentang alamnya. Jadi, meski kita nggak menganut agama yang sama dengan cara beribadah tempat yang kita kunjungi, kita bisa menikmati kondisi dan alam sekitar. Cukup menyenangkan.

  5. Suasana di Pura Mengening ini pasti adem banget ya. Back to nature yang dilengkapi dengan 10 mata air suci. Proses ibadah pun jadi lebih khusuk.

  6. Tempatnya adem bangett, asri, ya mba. itu yg saya suka dr wisata alam di Bali. Hm kapan ya ke Bali lagi

  7. Bali? Duh kapan ya bisa kesana, lihat suasana alam yg indah jadi pngn buru2 kesana. Smoga dthun 2022 terwujud.. Amiin.

  8. Bagus banget ya ening dan melukat duh baca ini jadi pengen honeymoon lagi ke Bali, semoga bisa kesana lagi bersama keluarga hihi

  9. Tempatnya terlihat asri dan sejuk, udaranya pasti masih segar nih, cocok memang kalau buat healing. Tapi btw apa kalau mau ke sana harus melukat dan harus ngasih sajen?

  10. Sejuk dan asrinya tempat Pura Mengening ini yaa mba. Suasananya jga damai, suka deh sama wisata spritual yang bikin hati tenang dan damai gini bahkan bisa buat sekalian healing jga ya mba

  11. Dari fotonya saja udah kebayang sejuknya ya, apalagi kalau sudah dilukat. Baru sekali mba saya dilukat di jogja tapi

  12. Sebelum berkunjung ke blog ini, aku sudah melihat konten kak Natih ini di akun instagram. Asri sekali, jadi semakin menguatkan aku untuk segera berkesempatan bisa liburan di Bali bersama keluarga.

  13. Tempatnya asri dan adem banget… Jadi inget film perfect hit… Latarnya di bali dan ada prosesi seperti ini juga…

  14. Bali selalu memukai dengan warisan budaya yang terjaga higga kini, meskipun modernisasi wilayah ada, namun orisinilitas budaya, peninggalan-peninggalan tetap terjaga dengan baik. tentu ini menjadi value tersendiri

  15. Daku senang cagar budaya ini tetap terjaga dan keasrian lokasinya jadi menambah kesegaran para pengunjung untuk datang ke lokasi bersejarah ini.

  16. aku gagal fokus nih sama suasana dan tembok yang ditumbuhi lumut yanghijau. adem malahan jadinya ya. terus berasa ikut menikmati kesegaran guyuran air pancuran. suka dengan ulasan yang ada nilai sejarah gini .menyenangkan karena ada riwayatnya

  17. Bali itu selalu eksotis baik dari alam, orang-orangnya, dan budaya di sana. Tempat yang indah dan asri seperti ini selalu terjaga. Cocok buat ngadem dan healing sih ini. Semoga next time bisa jalan-jalan ke Bali untuk menikmati indahnya panorama yang penuh keheningan tapi menenangkan.

  18. Tempatnya indah dan bersih ya kak. Pas banget untuk mengembalikan perasaan bahagia setelah dilanda pandemi dan rasa penat berkepanjangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.